Rabu, 26 Juni 2013

Kesehatan Perokok Pasif Lebih Buruk dari pada Perokok Aktif

Rokok tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan perokok aktif. Ternyata Perokok pasif juga ikut merasakan dampak dari asap pembakaran tembakau ini, bahkan bisa lebih buruk dari perokok aktif.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuktikan secara ilmiah bahwa ada hubungan antara merokok pasif, atau asap tembakau lingkungan (ETS), dan sejumlah penyakit, kanker paru paru pada khususnya.
Menurut situs resmi WHO Satu jam sehari di sebuah ruangan dengan perokok adalah hampir seratus kali lebih mungkin untuk menyebabkan kanker paru-paru di non-perokok.
Bukti konklusif pertama pada bahaya merokok pasif berasal dari penelitian Takeshi Hirayama di tahun 1981 tentang kanker paru- paru.
Saat itu Takeshi meneliti wanita Jepang bukan perokok namun mengidap kanker paru-paru akibat menikah dengan pria perokok.
Penelitian kemudian diperluas ke daerah lain dan bukti terus bertambah, bahaya dari campuran kompleks kimia yang dihasilkan dari pembakaran tembakau.
Studi kasus-kontrol pada efek ETS pada risiko kanker paru-paru pada populasi Eropa, telah dilakukan selama tujuh tahun terakhir oleh 12 pusat penelitian di 7 negara Eropa di bawah kepemimpinan WHO cabang penelitian kanker Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC). Risiko kanker paru-paru pada perokok pasif yang terpapar meningkat antara 20 dan 30 persen, dan memicu risiko penyakit jantung adalah 23 persen.
Sama halnya yang dilansir betterhealth, Jumat (31/5/2013) perokok pasif berarti menghirup asap tembakau orang lain. Orang- orang yang tidak pernah merokok yang tinggal dengan orang-orang yang merokok berada pada peningkatan risiko berbagai penyakit yang berhubungan dengan tembakau dan risiko kesehatan lainnya.
Merokok pasif meningkatkan risiko penyakit jantung. Ada bukti yang konsisten bahwa orang yang tidak merokok satu atap dengan perokok aktif memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner.
Perokok pasif membuat darah lebih ‘lengket’ dan mungkin membeku, sehingga menyebabkan peningkatan risiko berbagai kondisi kesehatan, termasuk serangan jantung dan stroke. Ada bukti bahwa merokok pasif dapat menyebabkan kadar vitamin antioksidan dalam darah untuk mengurangi.
Hanya 30 menit terpapar perokok pasif dapat mempengaruhi bagaimana pembuluh darah mengatur aliran darah, untuk tingkat yang sama dengan yang terlihat pada orang yang merokok.
Paparan jangka panjang untuk perokok pasif dapat menyebabkan perkembangan aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah). Semakin banyak bukti bahwa merokok pasif dapat meningkatkan risiko stroke, kanker hidung sinus, kanker tenggorokan, kanker payudara, gejala pernafasan jangka panjang dan jangka pendek, hilangnya fungsi paru-paru, dan penyakit paru obstruktif kronis di kalangan orang-orang yang tidak merokok.
Diperkirakan bahwa di Australia, pada tahun 2004 – 2005, 113 orang dewasa dan 28 bayi meninggal dari penyakit yang disebabkan oleh perokok pasif di rumah.

referensi :

Telpon selular dan Kesehatan

Telpon selular tak terpisahkan dari kehidupan kita. Kita semua tergantung dengan device kecil tersebut bahkan anak-anak kecil.
foto: wikipedia.com
Berikut ini beberapa hal berkenaan dengan handphone seperti dikutip dari healthmeup
Radiasi
Ya! Radiasi penggunaan handphone dalam bentuk gelombang elektromagnet. Melalui frekuensi radio tertentu, kita bisa menerima panggilan atau menelepon. Emisi radiasi ada dalam jumlah kecil dan berupa gelombang pendek.
Penyerapan radiasi
Jumlah kecil gelombang radio dari emisi telpon seluler diserap oleh tubuh. Menurut wikipedia output power maksimum dari telpon selular mempunyai regulasi standar. Pada sistem kebanyakan, telpon selular dan stasiun pemancar memeriksa kualitas penerimaan, kekuatan sinyal, dan tingkatan power. Bisa meningkat atau menurun secara otomatis pada selang waktu tertentu disesuaikan dengan keadaan (diluar atau didalam bangunan). Rata rata energi yang diserap oleh tubuh diukur dengan Specific Absorption Rate (SAR). SAR bisa dilihat di masing masing website merek telpon selular.
Efek radiasi telpon selular
Efek yang dihasilkan ada dua jenis, panas dan non-panas.
Efek panas
Ketika seseorang menggunakan telpon selular, efek panas banyak terjadi dipermukaan kepala.
Pasa ini bisa meningkatkan suhu kepala. Namun panas ini tidak sepanas sinar matahari. Sirkulasi darah tidak terlalu terpengaruh, sirkulasi darah diotak mampu menerima kenaikan panas, namun kornea mata tidak dibuat untuk menerima panas berlebih.
Efek Non-panas
Komunikasi telpon seluler sering menghasilkan low-frequency dari carrier signal.
Efek Non-panas bisa diartikan normal respon telpon selular terhadap kenaikan temperatur. Panas ini bisa mengaktifkan beberapa sistem syaraf, gen dan produksi shock protein untuk melindungi sel dari stress akibat panas.
Menurut sebuah study di
The Journal of the American
Medical Association – paparan sinyal frekuensi radio pada beberapa bagian otak yang terdekat dengan antena mengakibatkan meningkatnya level “glucose metabolism”
Pada efek non-panas ini bisa mengakibatkan:
Blood-brain barrier effects
Kanker
Cognitive effects
Electromagnetic hypersensitivity
, sakit kepala, pusing,hilangnya perhatian dll.
Gangguan tidur
Behavioral effects
Mengurangi efek radiasi
Berikut beberapa langkah sederhana untuk mengurangi akibat radiasi telpon genggam:
Jaga jarak
Jaga jarak dengan hp sedikitnya 10 milimeter dari tubuh. Belajar jaga jarak, susah tapi bukan berarti tidak mungkin.
Sinyal lemah adalah buruk
Telpon selular membebaskan lebih radiasi radio frekuensi saat sinyal lemah. Artinya, jika sinyal lemah hindari pemakaian untuk menghindari akibat buruk.
Pakai handfree headsets
Gunakan handfree karena membantu mengurangi emisi radiasi ke otak.
Bergantian
Ganti penggunaan tangan dan telinga antara kanan dan kiri untuk membatasi paparan pada salah satu sisi telinga.
Gunakan speaker untuk menelepon
Radiasi frekuensi radio paling kuat saat telpon berusaha mendial nomer, jadi jauhkan dari kepala sampai panggilan diangkat.

referensi :

Riset tentang sering duduk

Kita bisa meningal karena kecelakaan pesawat, mobil atau motor, kejahatan dijalan, tersesat digunung, diculik, dimutilasi, kebakaran, bom teroris, kapal tenggelam. Begitu banyak cara bila ajal menjemput tapi bisa kita hindari dengan duduk dirumah aja? Betul?
Salah!!
Berikut beberapa headline surat kabar terkenal
“Is Sitting a Lethal Activity?” — New York Times
“Sitting for More Than Three Hours a Day Cuts Life Expectancy” — Wall Street Journal
“Is Your Office Chair Killing You?” — Men’s Health
“Why Sitting All Day is Killing You” — CBS News
“7 Ways Sitting Will Kill You” — Popular Science
Ada hubungan kuat antara duduk dan penyakit kronis. Ini hanya hubungan karena belum ada pembuktian bahwa banyak duduk menyebabkan buruknya kesehatan. Studi tentang apa yang dilakukan tubuh manusia saat diam adalah bidang studi yang relatif baru.
Salah satu studi pada manusia dilakukan oleh Hidde Van Der Ploeg, peneliti senior University of Sydney’s Sydney School of Public Health. Mereka mendapat data dari 200.000 warga Australia. Dan menemukan bahwa orang dewasa yang duduk selama 11 jam atau lebih per hari mempunyai resiko 40% meninggal tiga tahun kedepan dibandingkan mereka yang lama duduknya kurang dari 4 jam sehari.
“Kami pikir bahwa duduk lama buruk untuk kardiovasular dan kesehatan metabolisme” kata Van Der Ploeg “Kelihatannya buruk untuk ACL kolesterol, trigliserida dan sensitivitas insulin.”
Craig Harm, profesor of exercise physiology pada negara bagian Kansas mengatakan “Secara singkat, apa yang kita ketahui dari kegiatan diam ini mengakibatkan naiknya kadar trigliserida, menurunkan HDL kolesterol, menurunkan sensitivitas insulin, sindrom metabolik, menurunkan densitas tulang”
Alat ukur lain tentang kebanyakan duduk adalah peneliti Kansas Rosenkranz menganalisa data 63.000 laki paruh baya, dan timnya menyimpulkan hubungan antara banyaknya waktu duduk dan penyakit kronis.
Mereka yang duduk lebih dari 4 jam sehari secara signifikan terkena penyakit kronis seperti kanker, diabetes, sakit jantung dan hipertensi dibandingkan mereka yang duduk kurang dari 4 jam sehari

Penulisan Kata aamiin yang benar




BANYAK orang yang salah dalam penulisan kata ini. Ada yang menulis amin, aamin, amiin, atau mungkin amien.

kebetulan saya (Anwar, penulis. Red.) pernah mendengar tausiyahnya Ustadz Arifin Ilham yang membahas tentang ini. Berikut saya bagikan ilmunya untuk anda.

Dalam Bahasa Arab, ada 4 perbedaan kata ini, yaitu:

1. Amin (alif dan mim pendek) artinya: aman, tentram.

2. Aamin (alif panjang dan mim pendek) artinya: meminta perlindungan keamanan.

3. Amiin (alif pendek dan mim panjang) artinya: jujur terpercaya

4. Aamiin (alif dan mim panjang) artinya: ya Allah kabulkanlah do"aku.

Bagaimana dengan amien?

Sebisa mungkin hindari atau jangan pernah menulis dengan kata amien. Karena kata amien di ucapkan oleh penyembah berhala.

Jadi, penulisan yang benar adalah aamiin (ya Allah kabulkanlah doa"ku).

referensi :
http://pulsk.com/242190/Penulisan-Kata-aamiin-yang-benar.html

Jakarta akan Tenggelam Bersama 115 Pulau | wajib baca bagi yg tinggal di Jakarta!!





Jakarta - Perubahan iklim global bisa menenggelamkan 115 pulau di Indonesia. Ibukota negara pun akan tenggelam dan lebih aman jika pindah ke Pulau Kalimantan.
Wakil Ketua Pokja Adaptasi Dewan Nasional Perubahan Iklim Dr Armi Susandi menyatakan kenaikan permukaan air laut sebagai dampak perubahan iklim global mampu menenggelamkan wilayah pesisir RI. Ibukota Jakarta juga bisa tenggelam jika tidak ada penanganan serius.
Oleh karena itu ia setuju ibukota dipindahkan ke Kalimantan. "Ide yang sangat bagus jika Jakarta bisa dipindahkan ke Kalimantan pada 2030 sebagai ibukota negara, karena potensi tingkat bahaya yang lebih rendah. Jakarta juga sudah sangat padat dan mencemari lingkungan," ujarnya saat ditemui di Kampus UI Depok kemarin.
Armi yang juga dosen Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB mengatakan, kajian juga menunjukkan ada 115 pulau yang akan tenggelam di Indonesia di 2100. Sementara wilayah utara pulau Jawa juga termasuk rawan tenggelam.
Pada 2010, permukaan air laut Indonesia diperkirakan naik 0,4 meter dan luas wilayah yang hilang adalah 7.408 km persegi. Sementara pada 2050 diperkirakan permukaan air laut akan naik 0,56 meter dengan luas wilayah tenggelam sebesar 30.120 km persegi.
Sedangkan di 2100 wilayah daratan Indonesia yang akan tertutup air sebanyak 90.260 km persegi, dengan kenaikan permukaan air laut 1,1 meter.
"Nampak bencana alam Kalimantan lebih rendah ketimbang Pulau Jawa, kenaikan permukaan air laut perairan Kalimantan lebih rendah daripada Pulau Jawa. Kalimantan lebih ekologis jika digunakan untuk menata kota, tanah yang tidak sesubur pulau Jawa juga bisa menjadi alasan agar pulau Jawa dioptimalkan unsur kandungan tanahnya," ujar Armi.
Bappenas dan Kementerian Lingkungan Hidup sudah melakukan kajian mengenai kemungkinan untuk memindahan ibukota ke wilayah lain. Sedangkan Kalimantan tidak rawan gempa, karena selain bukan pertemuan lempeng tektonik juga tidak memiliki gunung berapi.
Namun Armi menuturkan jika ingin membuka ibukota di Kalimantan, jangan membuka hutan seluruhnya, karena memang struktur tanahnya berbeda dengan Pulau Jawa.
"Antara Palangkaraya dan Banjarmasin, saya lebih cenderung ke Palangkaraya karena memang jika ditata akan lebih baik. Wilayah topografinya cenderung datar sehingga memudahkan proses pembangunan, bisa menjadi pusat pertumbuhan baru sehingga menggeser penumpukkan ekonomi yang ada di Jawa dan menghindari perubahan iklim lebih mengancam Pulau Jawa," tambah Armi.
Sementara Pengamat Ekonomi Lingkungan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Tezza Napitupulu kurang sependapat jika ibukota Republik Indonesia hanya sekadar dipindahkan jika tata ruang wilayahnya tidak dikelola dengan baik. Selain itu waktu kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim dinilai masih sangat lama.
"Saya sangat setuju jika memang dipindahkan, tetapi bukan berarti akan menyelesaikan masalah. Pemerintah sudah punya RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) yang seharusnya konsisten peruntukkannya, kantor Kementerian LH saja ada di pinggir sungai. Jika dipindahkan ke Kalimantan lalu tidak diatur, apa mau dipindahkan lagi ke Papua?. Kembali ke konsistensi pelaksanaan RTRW, itu kunci dasarnya," ujarnya.
Menurut Tezza, ekonomi lingkungan bukan hanya tanggung jawab negara maju, tetapi negara berkembang. Pemerintah jangan hanya mementingkan angka pertumbuhan semata, tetapi juga memperhatikan lingkungan. Sementara sejauh ini baru sektor energi yang diberi perhatian.
"Pembangunan ekonomi sebaiknya difokuskan memiliki dampak lingkungan luas seperti gorong-gorong untuk banjir jangan hanya mall, alasan lapangan pekerjaan tidak tepat. Trade-off antara pemikiran lingkungan dengan aspek ekonomi harus ada," ujar Tezza.

referensi :

FAKTA BARU! KAPAL NABI NUH DIBUAT DARI KAYU JATI JAWA TENGAH DAN JAWA TIMUR

Satria Pos, Kapal Nabi Nuh Diduga Berasal dari Nusantara? SEJAK ditemukannya situs kapal Nabi Nuh AS oleh Angkatan Udara Amerika serikat, tahun 1949, yang menemukan benda mirip kapal di atas Gunung Ararat-Turki dari ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 M). dan di muat dalam berita Life Magazine pada 1960, saat pesawat Tentara Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal yang panjangnya sekitar 150 M.

Penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh AS (The Noah"s Ark) terus berlanjut hingga kini. Seri pemotretan oleh penerbang Amerika Serikat, Ikonos pada 1999-2000 tentang adanya dugaan kapal di Gunung Ararat yang tertutup salju, menambah bukti yang memperkuat dugaan kapal Nabi Nuh AS itu. Kini ada penelitan terbaru tentang dari mana kapal Nabi Nuh AS itu berangkat. Atau di mana kapal Nabi Nuh AS itu dibuat? Baru-baru ini, gabungan peneliti arkeolog-antropolgy dari dua negara, China dan Turki, beranggotakan 15 orang, yang juga membuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh AS itu, menemukan bukti baru.

Mereka mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa; serpihan kayu kapal, tambang dan paku. Hasil Laboratorium Noah"s Ark Minesteries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti yang mengejutkan, bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS berasal dari kayu jati yang ada di Pulau Jawa. Mereka telah meneliti ratusan sample kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100 persen cocok dengan sample fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS. Sebagaimana diungkap oleh Yeung Wing, pembuat film documenter The Noah"s Ark, saat melakukan konfrensi pers di Hongkong, Senin (26/4/2010) yang lalu.

"Saya meyakini 99 persen, bahwa situs kapal di Gunung Ararat, Turki adalah merupakan fosil Kapal Nuh yang ribuan tahun lalu terdampar di puncak gunung itu, setelah banjir besar menenggelamkan dunia dalam peristiwa mencairnya gleser di kedua kutub" Jelas Yeung Wing Pendapat National Turk Dr.Mehmet Salih Bayraktutan PhD, yang sejak 20 Juni 1987 turut meneliti dan mempopulerkan situs Kapal Nabi Nuh AS, mengatakan: "Perahu ini adalah struktur yang dibuat oleh tangan manusia." Dalam artikelnya juga mengatakan, lokasinya di Gunung Judi (Ararat) yang disebut dalam Al Qur"an, Surat Hud ayat 44. Sedangkan dalam injil: Perahu itu terdampar diatas Gunung Ararat (Genesis 8 : 4).

Menurut penelitian The Noah"s Ark, kapal dibuat di puncak gunung oleh Nabi Nuh AS, tak jauh dari desanya. Lalu berlayar ke antah beranta, saat dunia ditenggelamkan oleh banjir yang sangat besar. Berbulan-bulan kemudian, kapal Nabi Nuh AS merapat ke sebuah daratan asing. Ketika air sudah menjadi surut, maka tersibaklah bahwa mereka telah terdampar di puncak sebuah gunung. Bila fosil kayu kapal itu menunjukan berasal dari Kayu jati, dan sementara kayu jati itu hanya tumbuh di Indonesia pada jaman purba hingga saat ini, boleh jadi Nabi Nuh AS dan umatnya dahulu tinggal di sana. Saat ini kita dapat menyaksikan dengan satelit, bahwa gugusan ribuan pulau itu (Nusantara), dahulu adalah merupakan daratan yang sangat luas.

Sedangkan Dr.Bill Shea, seorang antropolog, menemukan pecahan-pecahan tembikar sekitar 18 M dari situs kapal Nabi Nuh AS. Tembikar ini memiliki ukiran-ukiran burung, ikan dan orang yang memegang palu dengan memakai hiasan kepala bertuliskan Nuh. Dia menjelaskan, pada jaman kuno, barang-barang tersebut dibuat oleh penduduk lokal di desa itu untuk dijual kepada para peziarah situs kapal. "Sejak jaman kuno hingga saat ini, fosil kapal tersebut telah menjadi lokasi wisata," ujarnya.

referensi : 

Senin, 24 Juni 2013

Pilih Kampus Pakai Gengsi? Siap-Siap Rugi Deh!

Memilih-memilih kampus yang berkualitas benarkah cuma sekadar gengsi saja? Itu lah pertanyaan yang berputar di benak beberapa mahasiswa-mahasiswi dari berbagai daerah kampus swasta usai mencari-cari perguruan tinggi negeri (PTN).

Mahasiswi Universitas Nasional (Unas) Lusinta membeberkan adanya dua sisi negatif dan positif tentang kegengsian mahasiswa terhadap pemilihan kampus swasta.

"Mahasiswa yang gengsi melihatnya dari yang keren-keren karena dia tidak melihat dari kampus-kampus yang berkualitas, sikap gengsi harus dihilangkan. Tujuannya untuk apa kuliah? Ketika mempunyai skill yang menonjol, mau kampus yang bagus dan jelek sekali pun akan berkembang dengan dirinya sendiri. Gengsi itu untuk bergaya saja, dia enggak mau dilihat dari teman sebaya dan lingkungannya rendah," kata mahasiswi yang berdomisili di Cempaka Putih itu, saat dihubungi Okezone, Sabtu (22/6/2013).

Lanjutnya, segi positifnya, apabila ada mahasiswa yang gengsi dalam memilih kampus swasta, yakni mereka tidak hanya sekadar main-main.

"Dari segi positifnya mahasiswa memilih kampus yang mewah itu karena fasilitasnya bagus, kualitas pendidikannya juga, UKMnya menarik, fasilitasnya memadai, banyak pilihan-pilihan dari berbagai minat penjurusannya," tukasnya.

Hal senada disampaikan mahasiswi Bina Sarana Informatika April Liana. Dia mengungkapkan pemilihan kampus semua dari diri sendiri, karena kampus yang punya nama besar tidak berpengaruh apa-apa.

"Tergantung dari diri sendiri, enggak ngaruh dengan kampus yang menang nama, yang penting dari diri sendiri, kuliah untuk belajar, mencari ilmu, menambah wawasan, bukan buat nampang," cetus mahasiswi semester 4 itu.

Namun berbeda dengan yang diungkapkan Yudhi Pri Setiawan. Mahasiswa mahasiswa Universitas Pasundan, Bandung itu berpendapat jika punya cukup uang untuk kuliah di universitas mahal tidak masalah. Asalkan jangan dari keluarga yang kurang mampu untuk memaksakan diri untuk masuk kuliah di kampus mahal.

"Kalau menurut saya, tahu diri sendiri, kalau orangtuanya mampu yah enggak apa-apa. Sekarang intinya, kalau ada duit kenapa enggak? Ada harga yang jauh lebih mahal kenapa tidak?" tutupnya.


referensi:

CEO Kaskus: Anak Muda Mau Sukses? Jangan Malas!

Untuk bisa menjadi sukses tak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu kerja keras, usaha, dan doa sepenuh hati. Tiga hal tersebut setidaknya menjadi kunci sukses para wirausahawan. Seperti yang dilakukan CEO Kaskus-PT Darta Media Indonesia Ken Dean Lawadinata. Dirinya kini menahkodai forum online yang banyak diminati para "Kaskuser".

Ken membagi tips suksesnya dalam menjalankan marketing di masa kini dalam dunia digital. Cukup satu, jangan malas.

"Enggak boleh malas untuk berbisnis, karena banyak orang di sekitar kita yang berbisnis. Karena kalau misalnya kita enggak tahu passion kita apa? Motivasi kita apa? Mau bikin apa? Itu berarti malas. Hanya kitanya saja yang malas, kita tidak tahu apa yang kita inginkan," ucap Ken kepadaOkezone, saat CMO Chat bersama Kaskus, di Kampus Binus Senayan, The Joseph Wibowo Center, Jakarta.

Terkait dengan kesuksesannya, Ken mengangkat topik "Digital Entrepreneur & What it Means to be One" yang membahas tentang digital entrepreneur dengan pemanfaatan sosial media serta peranan komunitas dan strategi yang mapan dalam menyukseskan bisnis dunia digital. Dia memaparkan, dalam marketing di bisnis dunia digital, yang paling utama dalam penerapannya adalah produk.

"Tentang merek, kalau buat kita sih saat ini yang paling kita utamakan produk. Jadi produk yang bagus, pelayanan yang bagus, alat pemasaran yang terbaik yang kita bisa punyain akan berjalan dengan sistem marketingnya," jelas Ken.

Oleh karena itu, jika seseorang ingin membangun sebuah bisnis, harus percaya diri. Jika tidak mempunyai kepercayaan diri, lanjutnya, maka bisnis yang dipegangnya tidak akan bisa berjalan.

"Tidak banyak yang menekuni dunia digital, selama ada kemauan di diri sendiri, karena di dunia digital dengan bisnis lain. Saya melihat tidak banyak orang yang bisa menjalankannya dengan baik di dunia digital tanpa marketing yang baik," ungkapnya.

Kesuksesan dan bagaimana meraih keberhasilan dalam mengembangkan Kaskus, diakui Ken berangkat dari semangat mudanya serta cara berpikirnya yang sering berbeda. Ken pun membuktikan bahwa sukses dalam kehidupan tidak melulu harus dilalui dengan pola yang baku.

"Sebenarnya tidak ada yang harus ditemukan, kita cuma harus mikir saja sebenarnya, karena dunia digital di sini kita berangkat dari awal, kamu harus tahu apa yang kamu inginkan untuk diri sendiri, kalau enggak untuk kamu sendiri, kamu akan selalu di bawah orang lain," bebernya.

Melalui sharing pengalaman ini, Ken berharap agar peserta yang terdiri dari mahasiswa Binus Business School dan masyarakat umum dapat memperoleh insight mengenai dunia marketing serta korelasinya dengan inovasi, kreativitas dan kemampuan membaca peluang.

Sekadar informasi, hubungan baik antara Binus Business School dengan Kaskus (PT Darta Media Indonesia) telah terjalin sebelumnya, di mana pada 2010, Binus Business School melalui Research & Development Department-Case Center berkesempatan membuat studi kasus tentang Kaskus yang berjudul From Porn To Star.

Studi kasus tersebut ditulis untuk mendokumentasikan transformasi perjalanan Kaskus from zero to hero di mana sekarang Kaskus telah menjelma menjadi forum online panutan di Indonesia.


referensi :

Merry Riana, dari Mahasiswa Kere Jadi Motivator Beken

Siapa yang menyangka jika seorang mahasiswa kere kini menjelma menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat luas atas kesuksesannya yang luar biasa? Di usianya yang masih muda, Merry Riana telah merasakan sukses baik dari segi finansial maupun sosial.

Kesuksesan yang diraih Merry tidak datang begitu saja. Perjuangan gigih dilakukan ibu dua anak itu walaupun berada di negeri orang. Keteguhan tekad dan kerja keras yang dijalaninya pun terbayar dengan uang USD1 juta yang diraih ketika berusia 26 tahun.

Namun, untuk mewujudkan mimpi tersebut, wanita yang akrab disapa Miss Merry itu juga pernah mendapat tentangan dari orangtua. Namun, setelah melakukan penawaran, Merry pun mendapat restu.

"Dulu orangtua saya tidak setuju. Lalu saya minta limit tiga bulan. Kalau tidak berhasil, saya akan mengikuti apapun keinginan orangtua tapi kalau berhasil jadi pembuktian saya bagi orangtua. Dan itu mampu saya buktikan baik bagi diri sendiri maupun orangtua," papar Merry saat peluncuran buku Follow @Merryriana di Gramedia Central Park, akhir pekan ini.

Keberanian Merry mengejar mimpi mengharuskannya berada di luar zona nyaman. Keputusan itu diambilnya berdasarkan keinginan untuk terus berkembang. Sebab, berada di zona nyaman membuat segala hal mudah ditebak.

"Sadari dampak terus berada di zona nyaman. Karena menurut saya, tidak ada pertumbuhan dalam zona nyaman, sementara saat hidup kita harus selalu bertumbuh," ungkapnya.

Saat memulai usahanya di Singapura, kala itu Merry harus terjun sendiri ke lapangan demi membagi-bagikan brosur. Pengalaman ditolak dan dicemooh orang tidak membuatnya berhenti untuk terus bekerja dengan keras.

"Saya punya prinsip, kerja bukan untuk gengsi dan gaya. Saya kerja untuk berjuang demi mimpi saya. Selama halal dan baik, saya kerjakan sepenuh hati saya. Saat gagal, kekuatan mental diuji dan saat sukses kerendahan hati kita yang diuji," urai motivator nomor satu di Asia itu.

Keinginan Merry untuk hidup mapan sebelum usia 30 tahun sudah tercapai. Lantas apa sebenarnya mimpi besar lain yang belum diraih? Apa alasan Merry kembali ke Tanah Air sementara kehidupannya sudah berkecukupan.

Jawabannya sederhana, wanita kelahiran Jakarta, 30 Mei 1980 itu hanya ingin berbagi. "Nyaman adalah kata yang tepat untuk mendeskripsikan kehidupan saya di Singapura. Ini semua berawal dari sebuah mimpi, yakni ingin mapan sebelum umur 30 tahun. Karena hidup sudah enak, semangat kendur. Di usia 30 tahun, saya pun punya mimpi ingin memberikan semangat positif kepada satu juta orang Indonesia," kata Merry.

Jebolan Nanyang Technological University (NTU) itu tidak pernah bercita-cita dan diakui sebagai seorang motivator atau inspirator. Selama ini, dia mengaku hanya ingin berbagi pengalaman hidupnya. Merry percaya, jika dia bisa melewati masa sulitnya dulu, maka orang lain pun bisa.

"Perasaan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Awalnya hanya aspirasi jadi inspirasi dan kemudian dapat apresiasi. Berbuat sesuatu tidak harus sesuatu yang besar. Sekecil apapun langkah Anda, akan membawa Anda dalam perubahan. Perubahan itu akan menjadikan pribadi yang lebih baik setiap harinya," imbuhnya.

Meski demikian, sebagai seorang manusia biasa, Merry mengaku juga pernah mengalami suatu titik jenuh. Ketika keadaan itu datang, catatan mimpi dan ingkungan berisi orang-orang yang mendukung menjadi obat untuk kembali bersemangat.

Terakhir, Merry berpesan agar setiap orang tidak takut untuk melakukan perubahan. Tidak harus dalam skala besar tapi bisa dilakukan dalam bentuk yang sederhana. "Jika belum bisa melakukan hal besar, lakukan hal kecil dengan jiwa yang besar," tutup Merry.


Miliaran Tahun Lalu Mars Memiliki Oksigen


Di masa lalu, tepatnya empat miliar tahun lalu ternyata Mars memiliki atmosfer yang kaya dengan kandungan oksigen. Hal ini diungkap oleh ilmuwan dari Oxford University yang melakukan penelitian pada komposisi meteorit planet merah.
 
Dilansir Machineslikeus, Minggu (23/6/2013), ilmuwan dari Inggris ini meneliti komposisi meteorit Mars yang ditemukan di Bumi. Data dari robot penjelajah Mars buatan NASA juga membantu ilmuwan untuk meyakinkan bahwa Mars dahulu pernah memiliki kandungan oksigen.
 
Permukaan batuan Mars kabarnya memiliki kandungan nikel lima kali lipat lebih kaya ketimbang meteorit. Ilmuwan meneliti apakah meteorit tersebut berasal dari gunung api di Mars. 
 
"Apakah yang kita tunjukkan ialah meteorit dan permukaan batu vulkanik yang sesuai dengan material serupa di interior Mars terdalam. Namun, batu di permukaan Mars  berasal dari lingkungan yang kaya akan oksigen," jelas Bernard Wood dari Department of Earth Sciences, Oxford University.
 
Ia mengatakan, hasil temuan ini mengejutkan karena meteorit tersebut secara geologis masih berusia 'muda', yakni sekira 180 juta sampai 1400 juta tahun. Rover Spirit telah menganalisis bagian tertua dari Mars, yang diyakini berusia lebih dari 3700 juta tahun.
 
"Mars memiliki atmosfer yang kaya oksigen pada suatu waktu, sekira 4000 juta tahun lalu, jauh sebelum munculnya oksigen atmosfer di Bumi sekira 2500 juta tahun lalu. Apa yang memberi warna khas Mars, kemungkinan bahwa planet merah itu basah, hangat dan berkarat miliaran tahun sebelum atmosfer Bumi menjadi kaya akan oksigen," terang Wood.

3 Manfaat Dahsyat Sosial Media bagi e-Commerce

Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan kepada pemilik maupun pengelola e-commerce dalam forum-forum seperti seminar adalah bagaimana mereka menggunakan sosial media dalam mendukung penjualan ataupun bisnisnya secara keseluruhan? 
Kenyataan bahwa pertanyaan seperti itu masih ditanyakan menunjukkan bahwa sosial media masihlah dianggap hal baru, dan ketika saya melihat ke sekitar, ternyata memang masih sangat banyak e-commerce yang belum serius mengelola sosial media mereka. 

            Sebagian e-commerce memandang sosial media sebagai 'sampingan' dan masih banyak e-commerce yang dikelola layaknya bisnis offline. 
Tidak seperti sebuah bisnis online dimana keseluruhan perilaku organisasi menunjukkan sifat digitalnya, sebagian e-commerce tak ubahnya bisnis offline yang memiliki beberapa perwakilan di online berupa situs web, akun Facebook, Twitter dan beberapa social media lain yang dianggap penting.

          Pertanyaan selanjutnya, apakah itu salah? Tidak juga. Mungkin saja hal itu memang merefleksikan kondisi industri kita dan kondisi kematangan digital konsumen kita. 
Namun sesungguhnya, bagi pemain-pemain e-commerce yang belum memaksimalkan penggunaan sosial media sangatlah disayangkan. Sebenarnya, sosial media itu sangatlah penting dan bahkan tak terpisahkan dari e-commerce.

Setidaknya saya bisa menyebutkan 3 kegunaan dahsyat dari sosial media untuk e-commerce, untuk sekali lagi mengingatkan teman-teman yang belum memandang serius dan masih mempertanyakan perlunya sosial media.

1. Pre-Sales: Sosial media sangat penting untuk branding dan mendekatkan brand/toko    
kepada calon konsumen. Melalui sifatnya yang cair dan conversational, sosial media membuat brand lebih manusiawi dan personal. 

Banyak brand yang sudah mendapatkan manfaat dari aktivitasnya di social media. Bahkan ada yang besar namanya dari sosial media. Menjalin komunikasi yang tepat di Twitter, Facebook dll adalah sarana brandingyang low cost tapi high impact

2. Sales: Sosial media juga dapat digunakan dalam proses sales itu sendiri. Misalnya yang dilakukan Dell, Dell memiliki banyak akun Twitter, salah satunya akun @DellOutlet yang menginformasikan secara terus-menerus promo penjualan dan menerima pemesanan langsung dari Twitter. Pada tahun 2009, Dell berhasil meraup penjualan USD 3 juta dari aktivitas di Twitter.

Dalam skala UKM berjualan di sosial media malah lebih menonjol. Tak terhitung jumlah akun Facebook, Twitter, Instagram, dll yang digunakan untuk berjualan langsung. 

3. Post Sales: Customer Services, CRM, dan pengembangan produk. Yang terakhir mungkin kalah populer dibanding yang pertama. 

Sebagian besar penggunaan sosial media oleh e-commerce masih untuk promosi/marketing. Walaupun sebagian sudah menggunakan untuk layanan pelanggan juga. Beberapa brand besar yang memiliki basis customer besar saat ini sudah memiliki akun Twitter untuk customer service, misalnya BCA dan PLN.

Tahapan selanjutnya dari penggunaan untuk layanan pelanggan, sosial media yang kaya dengan data dapat digunakan juga untuk Customer Relationship Management (CRM). 

Melalui pengelolaan dan analisa yang baik terhadap big data, dapat dilakukan pendekatan yang tepat terhadap konsumen serta mendapatkan masukan untuk pengembangan produk. 

Dari paparan di atas terlihat bahwa peran sosial media mulai dari a to z, bila kita melakukan bisnis di digital tentu tak bisa dipisahkan dari sosial media sebagai bagian dari ekosistem yang sama. 

Anda yang bekerja di e-commerce, hiduplah di sosial media, bergaul dan memetik banyak insight dari sana. Semakin banyak kita belajar maka akan semakin baik kita dalam melakukan sosial media. 

Mengutip Erik Qualman, 'We don’t have a choice on whether we DO social media, the question is, how well we DO it'. Maka ketika kita mempertanyakan ROI dari sosial media pun, maka jawabannya adalah tergantung dari seberapa bagus kita di sana.


referensi :